
MA-ALBARKAH.SCH.ID – Madrasah Aliyah GUPPI Al Barkah mengelar Tes Kemampuan Akademik (TKA).
TKA digelar selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 3-4 November 2025.
Kepala MA GUPPI Al Barkah, KH Muhammad Aam Sihabulmilah, SE mengatakan, siswa yang mengikuti TKA sebanyak 21 orang. Sementara yang tidak mengikuti tes sebanyak 7 orang.
Dikatakan Aam, sebelum pelaksanaan TKA berbagai persiapan pun dilakukan. Mulai dari sarana prasarana, jaringan IT, hingga geladi bersih.
“Alhamdulillah semua berjalan sesuai yang diharapkan. Proses pelaksanaan TKA berjalan lancar dan support jaringan baik,” kata Haji Aam.
Dikatakan Haji Aam, kedepan pihak sekolah akan lebih intensif dalam mensosialisasikan tes kemampuan akademik.
“Kedepan akan coba menekankan bahwa TKA semi wajib untuk para siswa, ada manfaat yang dibutuhkan oleh siswa meskipun tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang mensyaratkan harus ada sertifikat TKA,” tuturnya.
Hari pertama pelaksanaan TKA di MA GUPPI Al Barkah diawali dengan pembukaan oleh Kepala Madrasah, KH. Aam Sihabulmilah.
Pembukaan TKA hari pertama juga dihadiri pengawas silang dari MA Persis 109 Kujang, Ernawati, S.Pd.
Setelah selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan pelaksanaan TKA.
Monev TKA oleh Pengawas Kemenag
Pada hari pertama pelaksanaan TKA juga dikunjungi pengawas pembina dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Asep Saepuloh, M.A. sekaligus melaksanakan monev TKA.
Ditemui di sela-sela monev, Haji Asep mengatakan bahwa TKA bagi kelas 12 ini sifatnya tidak wajib.

“TKA ini tidak wajib sifatnya, namun demikian siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi maka TKA ini menjadi persyaratan. Oleh karena itu, bagi siswa yang mau melanjutkan sifatnya wajib, namun bagi yang tidak berkepentingan nilai TKA itu tidak diperlukan,” ujarnya.
Lebih lanjut Haji Asep mengatakan manfaat TKA yaitu untuk mengukur kemampuan atau kompetensi siswa dalam menguasai materi pelajaran yang dipelajari selama berada di level pendidikan SLTA.
Namun yang diujikan tidak semua mata pelajaran, hanya pelajaran tertentu saja.
“Manfaatnya disamping untuk pemetaan kemampuan kompetensi siswa, juga akan dijadikan persyaratan masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi atau dipergunakan untuk rekruitmen karyawan swasta sebagai persyaratan masuk. Maka nilai TKA ini menjadi penting untuk jalur prestasi,” tuturnya.
Lebih lanjut Haji Asep mengatakan, bagi siswa yang tidak mengikuti TKA, ada jadwal khusus yang telah tertera di dalam juknis. Tetapi ini hanya bagi siswa yang sudah terdaftar untuk mengikuti TKA.
Bagi siswa yang tidak tercantum dalam daftar peserta TKA maka tidak bisa bisa mengikuti susulan.
Asep berpesan, bagi siswa yang mengikuti TKA agar dipersiapkan dengan sebaik mungkin, karena meskipun tidak menentukan terhadap kelulusan di sekolah, TKA ini menjadi data otentik bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah.
“Data tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, ketika nilainya bagus maka akan menjadi penolong dan memudahkan siswa tersebut. Jika nilainya jelek mungkin bagi pihak-pihak yang berkepentingan akan melihat nilainya tersebut apakah layak atau tidak untuk masuk ke dalam kepentingan mereka di perusahan,” pungkasnya.***
Reporter/Penulis: Nia Erniati, S.Pd.

Beri Komentar